Showing posts with label wise words. Show all posts
Showing posts with label wise words. Show all posts

Friday, 17 March 2017

Tugas Belajar Bersama



Kali ini Saya akan memosting tulisan yang bukan tentang jalan-jalan. Tulisan ini sebenarnya dimaksudkan sebagai kenang-kenangan untuk kami dan anak-anak kami kelak. Bahwa proses tumbuh kembang pertama yang mereka rasakan dulu saat baru lahir, dilalui bersama tugas-tugas paper yang datang silih berganti, dan proses belajar jalannya (ngelasut-merangkak-tatah) dilalui di tengah tumpukan kertas revisi-an skripsi yang memenuhi ruangan.

Highlight dari tulisan panjang ini adalah, Saya bersyukur sekali memiliki waktu dan kesempatan selama 1,5 tahun untuk membersamai istri dan anak. Waktu sebanyak ini adalah hal yang mahal bagi seorang PNS yang dijatah cuti tak lebih dari 12 hari dalam setahun. Banyak sekali hal menyenangkan selama di kampus, termasuk deadline tugas-tugasnya, ujiannya, sidangnya, dan tentu saja, skripsinya. Bahwa ungkapan “tidak ada hal yang lebih menyenangkan dibanding bangku sekolah” memang benar adanya. Semoga kita, Saya dan Anda, dapat segera mengenyam bangku sekolah lagi ya. 

Friday, 1 April 2011

Between Poulo, Andrea, Mariah, Donny, Mas Roy, and Me


Poulo Coelho dalam bukunya "sang alkemis" mengatakan :

“Ketika engkau tau dan jelas tugasmu di dunia ini ,yakini dan kejarlah maka seluruh energi semesta alam akan bahu menbahu menbantu engkau menyelesaikan tugasmu serta memenuhi harapanmu”

Andrea Hirata dalam buku "sang pemimpi" pun berkata:

“Bermimpilah dan yakinlah ,maka Tuhan akan memeluk mimpi mimpimu dan akan menghadirkannya di alam nyata tepat pada saat engkau menbutukannya”

Mariah Carey dalam lagu "when you believe" nya pun berujar:

"they not always happen when you ask... but you will when you believe... just believe"

Donny Dirgantara dalam novel "5 cm" menulis:

"gantungkan cita-citamu 5 cm di depan wajahmu..."

Mentor liqo' saya mengatakan (dari buku mestakung-yohanes surya):

"pikiran dan doa yang berulang-ulang akan menggerakkan alam semesta untuk mendukung impian kita dan mewujudkannya"


dan aku berkata:

"ya, saya percaya itu Poulo Cuelho, Andrea Hirata, Mariah Carey, Donny D, Mas Roy.. saya akan jadi seperti apa yang saya impikan. Bismillahirrohmanirrahim"

Wednesday, 30 March 2011

untuk Ganesha

Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan, dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (Q.S. Al A’raf : 31)

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan terlalu berduka cita terhadap apa yang luput darimu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. (Q.S. Al Hadid: 23)

Rasulullah bersabda:
“Tidaklah seorang mukmin ditimpa sebuah kesedihan, nestapa, bencana, derita, penyakit, hingga duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah, dengannya, akan mengampuni kesalahan-kesalahannya.”

Dr. ‘Aidh Al-Qarni dalam buku La Tahzan menulis:
Berhentinya seorang mukmin dari beraktivitas adalah kelalaian. Kekosongan adalah musuh yang mematikan, dan kesenggangan adalah sebuah kemalasan. Dan, kebanyakan orang yang selalu gundah dan hidup dalam kecemasan adalah mereka yang terlalu banyak waktu senggangnya. Adapun manfaat yang mereka dapatkan dari semua itu adalah hanya sekedar desas-desus yang tak berguna.
Oleh sebab itu, hendaknya kamu senantiasa bergerak, bekerja, mencari, membaca, bertasbih, menulis, atau mengunjungi sahabat. Gunakan waktu sebaik-baiknya, dan jangan biarkan waktu terbuang sia-sia barang semenit saja. Ingat, sehari saja Anda tidak bergerak, niscaya kegundahan, keresahan godaan dan bisikan setan akan mudah menyelinap dalam tubuh Anda!

Dari saya:
Ya, cinta dan nafsu adalah bagian tak terpisahkan dari diri kita. Namun, kehidupan tidak melulu mengenai dua hal itu. Ada sahabat, ada ilmu pengetahuan, ada ibadah, ada orang tua, ada impian, ada kewajiban, ada deadline dan sebagainya. Banyak lho, dan kesemuanya itu sama pentingnya. Jadi, jika (seumpama) Anda tidak berhasil saat ini untuk urusan cinta dan nafsu, come on bro n sist!!! There’s a lot of things to do.

Dan yang terpenting, kata salah satu sahabat saya, “we love you, just the way you are”.

Terimakasih teruntuk Allah SWT dan Rasulullah SAW atas iman dan islam kami sampai saat ini, Dr.’Aidh Al-Qarni, serta sahabat saya yang mengatakan “we love you, just the way you are”.. (,")b

Thursday, 24 March 2011

SAPARDI DJOKO DAMONO

Pertama kalinya dengar nama Sapardi Djoko Damono itu saat ada STAN fest 2010. Salah satu rangkaian acaranya dibikin oleh aksara. Saya suka sastra, saya suka puisi, tapi tak terlalu. Wajar-wajar saja dan wajarlah kalau saya juga agak malas datang ke acara tersebut kalau-kalau tidak ada kue gratis yang dibagikan (maklum anak kos, selalu sigap mengambil peluang. Haha..)
Dan ternyata.. Subhanallah, luar biasa karya-karya beliau.
Apalagi ternyata puisi beliau bisa dimusikalisasi. Saat itu, teman-teman dari aksara feat STAN music community membawakan beberapa karya beliau dengan diiringi gitar akustik dan flute vokalisnya yang imut membuat saya sangat bersyukur telah mengincar dadar gulung dan risoles di sana.
Ini dia, beberapa kumpulan puisi pak Sapardi Djoko Damono:

SAJAK KECIL TENTANG CINTA

mencintai angin harus menjadi siut
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu harus menjadi aku


PADA SUATU HARI NANTI

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari

NOKTURNO

KUBIARKAN CAHAYA BINTANG MEMILIKIMU
KUBIARKAN ANGIN YANG PUCAT
DAN TAK HABIS-HABISNYA
GELISAH

TIBA-TIBA MENJELMA ISYARAT, MEREBUTMU
ENTAH KAPAN KAU BISA KUTANGKAP…

KETIKA JARI-JARI BUNGA TERLUKA

Ketika Jari-jari bunga terluka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata

suatu pagi, di sayap kupu-kupu
disayap warna, suara burung
di ranting-ranting cuaca
bulu-bulu cahaya
betapa parah cinta kita
mabuk berjalan diantara
jerit bunga-bunga rekah…

Ketika Jari-jari bunga terbuka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata

HUTAN KELABU

kau pun kekasihku
langit di mana berakhir setiap pandangan
bermula kepedihan rindu itu
temaram kepadaku semata
memutih dari seribu warna
hujan senandung dalam hutan
lalu kelabu menabuh nyanyian

HUJAN BULAN JUNI

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

HATIKU SELEMBAR DAUN

hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi.

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

GADIS KECIL

Ada gadis kecil diseberangkan gerimis
di tangan kanannya bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan tangis
di pinggir padang,ada pohon
dan seekor burung…

DALAM DIRIKU

dalam diriku mengalir
sungai panjang
darah namanya…

dalam diriku menggenang
telaga darah
sukma namanya…

dalam diriku meriak
gelombang suara
hidup namanya…

dan karena hidup itu indah
aku menangis sepuas-puasnya…

DALAM BIS

langit di kaca jendela bergoyang
terarah ke mana wajah di kaca jendela
yang dahulu juga
mengecil dalam pesona

sebermula adalah kata
baru perjalanan dari kota ke kota
demikian cepat
kita pun terperanjat
waktu henti ia tiada…

BUAT NING

pasti datangkah semua yang ditunggu
detik-detik berjajar pada mistar yang panjang
barangkali tanpa salam terlebih dahulu

januari mengeras di tembok itu juga
lalu desember…
musim pun masak sebelum menyala cakrawala
tiba-tiba kita bergegas pada jemputan itu

AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Monday, 7 March 2011

TIME LAG SERIES

satu..

Suatu jumat siang, saya sedang bergegas pulang ke kosan dengan salah satu sahabat yang se-arah. Dia berasal dari medan. Entahlah, semua orang sumatera utara hampir selalu bilang “medan” ketika ditanya asal daerahnya. Padahal ketika kulihat di peta, provinsi itu gak kalah besar dengan jawa timur yang punya 33 kota. Oh, mungkin ini adalah majas totem pro parte yang mereka gunakan untuk menggeneralisasi seluruh wilayah sumut. Namun ternyata tidak juga. Salah seorang kawanku pernah bilang saat ditanya alasan kenapa selalu mengaku asli medan... jawabnya, “ya, iya kalo kota di jawa, ketika orang bilang mojokerto, orang lain udah pada tau.. lha kalo serdang bedagai, atau pematang siantar, atau samosir? Tau kau?” tanyanya sambil berapi-api (efek dramatisasi). Haha, iya juga, pikirku sambil mengerutkan dahi mengingat tebakan dosen yang sering salah ketika mengatakan bahwa mojokerto ada di jabar (purwakarta-red) atau jateng (purwokerto-red).

Balik lagi ke topik. Nah, di tengah ketergesa-gesaan kami karena saat itu hampir pukul 12 dan adzan jumat sudah akan berkumandang, tiba-tiba hape nya berdering. Kawannya dari “medan” telfon. Dibilangnya, “wah, sori bro, aku lagi buru-buru solat jumat nih, ntar aja ya kutelfon balik”.

Ternyata di sana masih belum saatnya siap-siap ke masjid. Katanya solat jumat itu sekitar pukul 13.00 atau bahkan kadang lebih.

Dari percakapan singkat itu saya baru sadar ternyata perbedaan waktu karena perbedaan lokasi benar-benar nyata. Kupikir hanya bahan hafalan saat SD dulu yang tidak applied untuk kehidupan sehari-hari. Bahwa Indonesia terbagi ke dalam tiga zona waktu memang sudah kutahu, tapi belum kupahami betul sampai saat itu.

Saturday, 26 February 2011

SURYA DEWI WAHYUNINGRUM

(salah satu kisah teman saya, dia ingin memberi inspirasi dan motivasi kepada orang lain. dan karena kami se-visi, saya juga mencoba membuat kisah ini menyebar luas)


Kilas balik 6 tahun lalu, saat aku masih kelas 3 SMP.
Guruku pernah bertanya, " Kamu mau ngelanjutin SMA kemana?"
"SMAN 1 Sooko (sebuah sekolah bertaraf internasional di mojokerto), Bu", jawabku.
"Trus, mau kuliah dimana?ambil jurusan apa?", beliau bertanya lagi.
"ITS,Bu! Teknik Kimia", jawabku mantap.

Alhamdulillah untuk masuk SMAN 1 Sooko tercapai. Meski harus nangis memohon-mohon agar tidak dipindahkan ke tempat mbah, di Trenggalek, yang notabene biaya apapun terjangkau dan murah daripada di Mojokerto. Tapi waktu itu pemikiranku sempit sekali, "hah, sekolah di Trenggalek? aku takut ketinggalan jauh dengan teman-temanku di sini."
Padahal banyak anak olimpiade dari sana. Aku sadar kalau biaya SMAku di Mojokerto nanti akan memberatkan ibuku, tapi tetep saya mau di rumah (maaf ya Bu). Sejujurnya aku belum siap mental kalau harus jauh dari ibu dan adikku. Dahulu waktu adikku yang ditinggal di rumah mbah, kesepian sekali.

Aku yakinkan ibu, pasti ada beasiswa di sekolahku nanti, tenang saja. Awalnya ibu menyetujui aku tetap di rumah tapi masuk SMAN 1 Gondang atau SMAN 2 Mojokerto, karena pernah juara dan biaya sekolah dijamin. Tetep aku tidak mau dan nangis lagi (cengeng juga ya dulu :D). Sebelumnya ibuku dan sahabatnya ingin memasukkan sahabat kecilku (Dita) dan aku ke SMA TarNus di Magelang. Apa daya waktu itu biaya masuk 10 juta. Uang darimana? Tak mungkin sudah. Parahnya, aku baru tahu kalo ada beasiswa disana, penuh lagi, setelah aku masuk ITB dan cerita dari temen TarNus. Aku tidak mau hal ini terulang lagi untuk adik-adikku yang mau masuk ke sekolah atau perguruan tinggi manapun. Biaya SMAku alhamdulillah apa yang dulu aku yakinkan ke ibu tercapai, dapat beasiswa BKM (Bantuan Kurang Mampu) setahun pertama, 2 tahun selanjutnya dapat beasiswa dari olimpiade.

Selama SMA, aku aktif di OSIS dan Paskib. Tak jarang aku pulang paling akhir dari sekolah, menginap juga, atau menginapnya dirumah teman. Sampai dapat gelar "penjaga S.O", penjaga Sekretariat OSIS. Memang jarak rumahku tak begitu jauh, sekitar 8.5 km, harus 2x angkutan umum dan angkotnya jam 5 sore sudah habis sedangkan angdes jam 7 malem sudah tidak ada. Akhirnya ibu membelikan sepeda motor Suzuki RC (jaman tahun berapa lupa) dipakai bergantian. Tak jarang juga kalo sudah sore motor mogok karena dingin dan harus membersihkan businya. Terimakasih buat kakak-kakak yang mau aku repotkan untuk motor Valentino Rossiku (julukan dari sohibku).

3 tahun kemudian....
Ketika kelas 3 SMA, guru BK-ku pernah berkata bahwa masa-masa kelas 3 SMA adalah penentu masa depan kita. Masa hidup yang paling stress dan menentukan. Ada 3 pilihan kata beliau : kuliah, kerja, atau nikah? hmm..KKN ternyata :)
Ketiga hal bukannya timpang sebelah, tapi sangat berimbang mengingat keberadaan kami yang masih di desa dan majemuknya tingkat ekonomi keluarga siswa di sekolahku.

Tibalah semester akhir, 8, masa-masa PMDK, SNMPTN, dan USM perguruan tinggi. Aku, yang sebelumnya keukeuh dengan Tekkim ITS, sedikit layu karena tidak ada jalur PMDK reguler yang dibuka untuk teknik, kecuali Tek.Mesin untuk perempuan dan FMIPA. Jikalau begitu akan aku tembus lewat SNMPTN, meski tidak yakin dengan soal-soal SNMPTN. Karena di ITS aku sudah dapat tempat kost dari teman ibuku, yang bayarnya jika nanti aku sudah lulus dengan harga ketika aku menempatinya. Tinggal bagaimana cara nembus ke PTNnya ini. Lalu, aku memutuskan untuk tidak akan ikut PMDK manapun yang tidak aku minati dan tidak beasiswa. Karena deklarasi ibuku,"Nduk ayu, ojo kuliah dhisik yo. Ibu gag ono duwit iki. Mbantu Ibu dhisik yo, kerjo opo kunu setaun ae gae nglumpukno duwit biaya kuliah. Taun ngarep baru daftar kuliah sak sirmu, yo Nduk?"
Artinya,"Anakku, jangan kuliah dulu ya. Ibu tidak punya uang. Membantu Ibu dulu ya, kerja apa gitu setahun saja untuk ngumpulin uang biaya kuliah. Tahun depan baru daftar kuliah sesukamu, ya Nak?"

jedaaarrrrr *serasa petir menyambar.

bersambung...