Sunday, 17 April 2011

Karena Mereka Dinamakan “Mahasiswa”

Tahukah Anda, kenapa ada kata “maha” dalam mahasiswa? Dalam penggunaan kata yang lain, Maha Penyayang berarti memiliki sifat paling penyayang, tidak ada yang lebih dari itu. Mahaadil berarti paling adil dan Maha Esa berarti tiada duanya. Kesemua itu ada pada sifat Tuhan, yang Maha Penyayang, yang Mahaadil, yang Maha Esa dan hal ini jelas tak terbantahkan.

Bagaimana dengan mahasiswa? Analog dengan di atas, seharusnya mahasiswa adalah kedudukan paling tinggi untuk sebutan siswa. Hal ini didukung fakta bahwa tidak ada lagi jenjang pendidikan formal lebih tinggi selain perguruan tinggi. Selain itu, mata kuliah yang diajarkan di bangku kuliah memang yang paling mutakhir dibandingkan dengan pelajaran sebelumnya. Baiklah, asumsikan kita berada pada kondisi ideal dan definisi tersebut dapat diterima. Namun sebenarnya di dunia ini, tidak ada kondisi seratus persen ideal tapi mari jangan mempermasalahkan hal itu dulu.

Dengan berbagai keistimewaan tersebut, mahasiswa adalah satu “kasta” elit dalam masyarakat. Mereka dianggap sebagai golongan pelajar paling intelek di suatu negara. Jika kita sering mendengar bahwa para generasi muda adalah calon penerus perjuangan bangsa, calon pelari estafet berikutnya, maka mahasiswa ibarat seorang pelari estafet berikutnya yang tengah disodori tongkat untuk berlari kencang dan bersaing melawan pelari lainnya.

Oleh karena itu sudah selayaknya mahasiswa berada di garda depan dalam membela urusan bangsanya atau paling tidak, peduli terhadap nasib bangsanya baik di dalam negeri (isu lokal dan nasional) maupun di luar negeri (isu internasional).

Di forum internasional, seharusnya mahasiswa Indonesia sudah mampu bersaing dengan yang lainnya dengan jalan berfikir cerdas dan inovatif demi kejayaan masa depan bangsa ini. Paling tidak, seorang mahasiswa Indonesia harus punya semangat untuk menghidupkan kembali kejayaan Sriwijaya atau Majapahit yang begitu masyhur dan dominan di ASEAN.

Menghadapi isu lokal dan nasional, mahasiswa wajib membuka mata dan memasang telinga terhadap masalah bangsa ini. Mereka harus melihat setiap ketimpangan ekonomi, mencermati bagaimana legeslatif, eksekutif, dan yudikatif bekerja serta mengamati pergolakan masalah sosial. Mereka harus memasang telinga untuk mendengar ketidakadilan yang dirasakan masyarakat, kesewenang-wenangan penguasa, juga indikasi penyelewengan uang negara.

Lantas, apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa? Tentu saja ada banyak alternatif yang bisa dipilih, yakni melalui cara lisan (termasuk aksi) atau tulisan.

Melalui lisan artinya setelah mendengar dan melihat, mahasiswa berbicara secara vokal mengkritisi isu yang ada. Demonstrasi dengan turun ke jalan adalah cara populer akhir-akhir ini. Sangat disayangkan bahwa banyak juga tindakan tidak terpuji sering muncul dalam sebuah demonstrasi seperti perusakan fasilitas umum, tawuran, dan aksi-aksi yang berlebihan. Hasilnya, mulai muncul pandangan negatif masyarakat terhadap aksi mahasiswa. Lebih parah lagi bila masyarakat luas mulai menggeneralisasi setiap mahasiswa hobi berdemo dan melakukan tindak anarkis. Jika sudah demikian, maka aksi lisan dengan turun ke jalan menjadi tidak efektif lagi.

Kini saatnya mahasiswa beralih ke cara tulisan. Dengan berbagai keistimewaannya, saya yakin mereka mampu. Mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi kebanyakan mata kuliah terapan. Maksudnya, yang setiap hari dipelajari mahasiswa adalah materi yang paling mendekati kondisi nyata bila dibandingkan dengan sekedar teori dan rumus dalam buku teks siswa SMA atau SMP. Selain itu, kematangan pola pikir membuat mahasiswa sudah layak untuk mengomentari isu-isu lokal, nasional, dan internasional dalam sebuah tulisan yang dipublikasikan. Kombinasi antara materi kuliah sebagai landasan teori, rasa risih untuk melawan ketidakadilan, serta kematangan pola pikir adalah bahan bakar yang selalu siap kapan saja untuk berkobar. Hanya butuh api kecil berupa “niat” untuk menghasilkan tulisan.

Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Menulis) mendefinisikan menulis sebagai suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Ada banyak media publikasi mulai dari majalah dinding kampus sampai koran bertiras jutaan eksemplar di seluruh dunia. Tentu saja mahasiswa mampu menulis di koran. Dengan menulis di koran, akan ada banyak sasaran yang tercapai. Pihak yang dikritik tentu akan membaca tulisan yang ditujukan kepadanya ditambah meluasnya informasi ke masyarakat diharapkan membuat efek malu dan jera. Pemikiran masyarakat juga dapat berubah berkat membaca tulisan tersebut.
sumber: http://v-images2.antarafoto.com/gor/1281095411/olahraga-lari-estafet-putri-11.jpg

Akhirnya, setiap mahasiswa harus menyadari bahwa pelari estafet jaman sekarang sudah memiliki standar kecepatan yang sangat tinggi. Mahasiswa harus mengoptimalkan setiap hari yang ia jalani serta menghasilkan value added khususnya bagi masyarakat. Tulisan mampu menjadi sarana mewujudkannya dan koran menyempurnakannya sebagai media yang layak untuk memperdengarkan keadaan bangsa ini.

Saturday, 16 April 2011

matematika SMP-kelas 7-bab bangun datar

Paket I-Matematika
Bermain dengan Luas dan Keliling

Konsep Dasar:
Persamaan Linier
Persamaan linier adalah sebuah persamaan (=) yang terdiri atas satu atau lebih variable berpangkat satu. Aih, bahasanya susah banget kayaknya ya… 0:D
Kita permudah pakai contoh saja ya…
Carilah nilai dari variabel (huruf-huruf) di bawah ini:
1) x+7=11
x=11-7
Ingat! Pindahkan angka yang ada di kiri “=” ke sisi kanan.
Ketika dipindah, ubah tandanya. Yang sebelumnya positif (+) jadi negative (-) dan begitupun sebaliknya.
x=4

2) y-9=23
y=23+9
y=32

3) a+b=7 sementara b-2=1
Selesaikan dari yang mudah/sederhana dan sudah diketahui nilainya.
Dalam contoh di atas, yang kedua jelas sudah diketahui nilainya kan… jadi kita selesaikan yang kedua dulu.
b=1+2
b=3
Kalau sudah diketahui “b” nya, maka “a” bisa kita cari toh…
a+b=7 dengan b=3
a+3=7
a=7-3=4
Jadi a=4 dan b=3

4) p+q=9 sementara p-q=7
Jika ada soal seperti ini, maka jangan panik. Tenang… ini Cuma soal tambah-tambahan kok.. Mau bukti? Cermati perhitungan berikut ini:
p+q=9
p-q=7+
2p=16
Kok bisa “2p”? yaiyalah.. kan “p” ditambah “p”.
p=16/2
p=8
Nah, kalau “p” sudah ketemu, kita ganti saja “p” dengan 8
p+q=9
8+q=9
q=9-8
q=1
Jadi,,
p=8 dan q=1

5) 3p +6=9
Ini juga gak kalah gampangnya…LoL
3p=15
p=15/3
Ingat ya, kalau pindah ruas (ngeloncati “=”), berarti notasinya harus berubah. Yang tadinya perkalian jadi pembagian. Kok bisa perkalian?? Yaiyalah “3p” kan artinya “3” dikali “p”
p=5


6) 0,5s=4
s=4×2
s=8




Phythagoras

Phythagoras hanya dapat dipakai ketika ada sudut siku-siku (90o) saja.


(gambar segitiga siku2)

Rumusnya:
A^2+B^2=C^2
B^2=C^2-A^2
A^2=C^2-B^2

Hati-hati dalam memahami mana sisi A, mana B, dan mana C lho ya...
A=sisi siku-siku.
B=sisi siku-siku.
C=sisi terpanjang.
Contoh:

(gambar segitiga siku-siku)
M=3
O=4
N=..?
M^2+O^2=N^2
Silakan dimasukkan saja angkanya, nanti ketemu N=5

Rumus Luas dan Keliling


A. Segitiga Siku-Siku
(gambar Segitiga Siku-Siku)
Luas= 1/2×alas×tinggi
Keliling=A+B+C

B. Segitiga Sama Kaki ataupun Sama Sisi
(gambar Segitiga Sama Kaki ataupun Sama Sisi)
Luas= 1/2×alas×tinggi
Keliling=Alas+sisi+sisi

C. Persegi
(gambar Persegi)
Luas=sisi X sisi
Keliling = 4 X sisi

D. Persegi Panjang
(gambar Persegi Panjang)
Luas= PanjangX Lebar
Keliling= (2x panjang)+ (2xlebar)

E. Jajar Genjang
(gambar Jajar Genjang)
Luas= Alas x Tinggi
Keliling= (2 x alas)+(2x sisi)

F. Trapesium
(gambar trapesium)
Luas=(1/2(Alas1+Alas2) x Tinggi)
Keliling=Sisi1+sisi2+Alas1+Alas2



Semoga Sukses—LoL




untuk teks dan gambar yang lebih jelas, silakan hubungi saya di www.aditya.arsandi@gmail.com

Tuesday, 12 April 2011

sinten kulo?

Oke, jam di monitor menunjukkan angka 10, Tuesday, April 12th.
Hari ini ada kuliah pukul 8 tapi kereta yang kunaiki baru masuk gambir pukul 8.03. yah, terpaksa merelakan satu mata kuliah lagi setelah kemarin juga bolos ASP karena masih wawancara di kampong halaman dengan ibu kepala bagian akuntansi dan asset Dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan asset Kota Mojokerto (heuleuh, panjang banget yak namanya; perjuangan untuk sampai kemarin pun juga sangat panjang. InsyaAlloh lain kali cerita tentang hal itu..)

Dan nanti pukul 11 waktu bagian ceger, juga aka nada kuliah ASP lagi. Kali ini saya gak mau bolos. Ya, sebelumnya ada tugas dari pak guru kepribadian saya untuk bikin satu tulisan tentang “who am i?”. sebetulnya saya agak kurang setuju dengan tugas ini, karena mendeskripsikan diri sendiri itu, susah. Sumpah! Soalnya, kita sangat mungkin untuk mencampuradukkan antara fakta, impian, dan tendensi setiap orang untuk berlaku narsis. Alangkah lebih bijak jika orang lain yang mengambil/ menarik opini atas diri kita sendiri.

Yah, tapi, demi “pemenuhan tugas”, inilah saya…
dan setelah membaca ini, cintailah aku apa adanya, hahaha!!! Narsis yang pertama. (mari kita hitung berapa kali saya bertindak narsis).

Jadi, kita mulai dengan pendapat orang lain.
Talisa Noor, Duta STAN 2011 mendeskripsikan saya dalam testimonialnya sebagai “pemalu yang bijaksana. Kombinasi 2 sifat yang aneh.”

Ya, Anda benar mbak tasa, (pantes jadi duta STAN, pinter gitu..). saya pemalu. Saya sering berkeringat ketika harus berdebat dengan orang lain, atau menghadap orang-orang yang penting i.e. dosen, cewek, dll. Haha, iya, saya tidak pandai bicara kalo sama cewek. Bawaannya nerveous mulu.

Untuk menyiasatinya, saya banyak “memaksa” diri saya sendiri untuk lebih komunikatif degan orang lain. Contohnya, seringkali saya angkat tangan buat nanya di kelas biar terbiasa. Selain untuk mengurangi kebiasaan nerveous agar nanti pas udah kerja gak malu2in, cara itu ampuh untuk menghilangkan kantuk lho… lho kok bisa? Dengan bertanya, jujur selama beberapa saat sebelum dan sesudah Anda mengajukan pertanyaan, denyut jantung Anda akan meningkat intensitasnya. Hal ini memompa darah dan oksigen lebih banyak ke seluruh tubuh, termasuk otak. Nah, otak tengah (kalo gak salah) adalah pusat saraf untuk mengendalikan ketidaksadaran berupa kantuk, lapar, dsb. Di sanalah asal muasal kalo kita nanya jadi gak ngantuk.

Strategi lainnya adalah, dalam setiap kepanitiaan yang saya ikuti, saya selalu berusaha ikut bidang yang butuh banyak ngomong. Contohnya, Acara yang butuh buat ngonfirmasi pembicara, atau Humas-LO yang ngomong mulu.
Kalau bijaksana? Hmmm, Anda tahu sendirilah.. Heehee (narsis yang kedua).

Selanjutnya, menurut teori kepribadian (lupa namanya teori apa, gak sempat nulis sambil mikir. Udah pukul 10.35, mau kuliah ASP ), saya cenderung manusia tipe-A. saya tidak dapat membiarkan waktu luang terbuang Cuma-Cuma. Pokoknya, setiap detik dalam hidup saya harus bervalue added. Sesepele apapun itu, jalani dengan niat ibadah dan serius. Insya Alloh mendatangkan manfaat, @least bagi diri kita sendiri.


Prinsip ini membuat saya menyukai hampir semua hal. Saya menyukai filateli, melukis, menulis cerita, puisi, olimpiade, koleksi, badminton, membaca, nonton tv, game pokemon, audit, dan lain sebagainya.

Saat tes psikologi jaman SMA dulu pun, orang-orang bingung menganalisa mana yang bekerja lebih baik dari otak saya. Kiri atau Kanan. Dan sampai sekarang pun saya tidak memilih untuk mencenderungkan (halah,bahasa apa ini??) otak saya ke sains atau seni. Kalau bisa sih, I want to hold both..

PS: maaf, tulisan saya kacau. Inilah kombinasi dari galau KTTA+baru pulang kampung+dikejar jadwal kuliah pukul 11.

Friday, 1 April 2011

Drama yang Tak Sempat Terpentaskan

JANGAN BERPIKIRAN MACAM-MACAM! ini hanyalah bagian dari presentasi mata kuliah BUDAYA NUSANTARA semester 5. selamat menikmati...

segala karakter dalam drama ini adalah fiktif belaka. apabila ada kesamaan nama, ciri, perasaan, dan sikap, percayalah, tiada kesengajaan dalam pembuatannya.

SCRIPT NUSA TENGGARA TIMUR
JAMASU LOVE STORY PART 2


Gambaran Umum
Kali ini drama kita agak serius dan menyentuh (sad love story). Lebih pake ekspresi dan bantuan lagu2 yang menyentuh. (pasti susah…tapi kita siasati dg narrator kalo ada adegan susah2)
Tokoh dan Penokohan:
Inten : putri inten, anaknya raja, yang sudah jatuh cinta dengan sanda (ceile, hoho, sutradara gak pernah rugi), baik, setia, penurut pada ayahandanya. Selain itu, inten jg jadi penduduk flores yang mirip inten, namanya ratna.
Gugun : raja (bapaknya inten), keras kepala, pemarah, tapi sebenarnya sangat sayang dg putrinya. Selain itu gugun juga jadi penduduk timor yang ntar presentasi ttg keadaan umum. Trus juga jadi kakek2 buat epilog ntar. Penata music jg gun…
Farchan : 1. Figuran yang dijodohkan raja ke putri inten, wataknya baik, mau mengalah ketika tahu inten ternyata hanya mencintai sanda (^^). 2. Cucu1 nya gugun di epilog.
Danny : 1. Penduduk Flores, temannya sanda ntar. 2. Narator 1
Johan : 1. Penduduk Flores. 2. Cucu2.
Ryan : 1. Penduduk Timor. 2. Narrator 2

Prolog:
Setting: adegan pas putri inten mau ngasih mahkota ke sanda pas pemilihan jamasu kemarin. Di slide ditampilin kata “dalam episode sebelumnya…”
Putri inten akhirnya menemukan pasangan hidupnya. Sanda, Seorang hulubalang yang tidak punya jabatan yang patut dibanggakan. Namun, putri inten mencintainya sepenuh hati karena budi pekertinya yang luhur. Ia berniat memperkenalkan kepada ayahandanya untuk memohon restu agar segera dinikahkan.
Rupa-rupanya raja tidak berkenan putrinya dinikahi seorang hulubalang. Ia inginkan agar putrinya menikah dengan yang sederajat demi masa depan putrinya. Raja pun memaksa agar putri membatalkan rencananya dan menikah dengan salah satu pangeran yang banyak melamarnya…

Dialog part 1
Lokasi: kerajaan putri inten
Inten : ayahanda, saya sudah menemukan pendamping hidupku… saya hendak mohon doa restu untuk segera kau nikahkan.
Raja : Wah, sayang sekali pangeran Farchan, engkau tidak datang tepat waktu. Ternyata putriku sudah punya pilihan hatinya. siapakah dia putriku? Dia pasti hebat telah menaklukkan hatimu. Pertemukan dia denganku.
Inten : tentu ayah. Pasti engkau akan terkesan dengan keluhuran budinya. (ke pintu manggil sanda). Ini dia ayah.
Sanda : (datang dan cium tangan raja lalu ia duduk di bawah)
Raja : hei jangan bertingkah seolah pembantu!, duduklah di atas wahai anak muda. Kau adalah calon menantuku. Baiklah, perkenalkan dirimu, dimana letak kerajaanmu, seluas apa kekuasaanmu, dan hal2 membanggakan lainnya yang kau punya.
Sanda : (bingung, menatap inten seolah bertanya “apa yang harus kukatakan?”)
Inten : katakan sejujurnya sayangku… ayahku sangat baik dan sangat menyayangiku. Jika aku menyayangimu apa adanya, pasti ayah juga akan melakukan hal yang sama kepadamu.
Sanda : er, saya sanda paduka. Saya adalah seorang hulubalang di kerajaan Padjajaran. Saya tidak punya banyak hal yang patut dibanggakan.
Raja : hahahah, dia benar2 rendah hati seperti yang kau katakan putriku. Bagus. Saya terkesan dengan sikapnya. Pasti ia merendah untuk menutupi kehebatannya.
Inten : tidak ayah, ia berkata sebenarnya. Dia memang seorang rakyat biasa, tapi aku sangat menyayanginya ayah.
Raja : (berkacak pinggang) apa? Apa aku tidak salah dengar? Dia? Rakyat biasa? Yang benar saja!!!
Sanda : benar paduka. Saya memang orang biasa, tapi saya mencintai putri dengan seluruh jiwa raga saya. Tak akan saya biarkan sedetikpun tuan putri bersedih bersama saya. Saya mohon paduka, restuilah hubungan kami.
Raja : tidak bisa!!!!sampai mati pun aku tak akan sudi putriku dinikahi pembantu hina sepertimu. (mendorong sanda)
Inten : ayah, bagaimanapun caranya, saya hanya mau dan mampu menikah dengannya..
Raja : diam kau!! (sambil akan menampar putri)
Inten : (menangis tersedu-sedu) baiklah ayah, tampar saya jika itu memuaskan egomu.engkau selalu berkata ingin yang terbaik untuk putrimu. Kenyataannya?? (dengan nada tinggi)
Raja : tahu apa engkau soal yang terbaik? Saya memikirkan masa depanmu… (raja pingsan kena serangan jantung)
Sanda : (sambil diseret2 johan, farchan, n dany, sampe luar pintu) paduka, putri anda bahagia bersama saya, berilah saya kesempatan… paduka, putri,…
Narrator: “selama berhari-hari raja masih belum siuman, selama itu putri inten dihadapkan dilematis yang berat, dan selama itu pula sanda berjaga di luar ruangan menanti kabar dari raja maupun putri. Lalu farchan, pangeran yang dijodohkan raja dengan putri inten, datang menemuinya”
Farchan : san, sebaiknya engkau meninggalkan tempat ini sampai keadaan membaik.
Sanda : apa maksudmu? Kau kan berniat meminang tuan putri, pasti kau ingin aku pergi agar bisa perlahan-lahan merebut hati inten.
Farchan: bukan begitu kawan, memang aku sangat mencintai nya. sejak dulu aku mengenalnya dan merebut perhatiaanya, tapi nampaknya aku tak pernah diperlakukan lebih dari seorang teman olehnya. Inten seorang yang baik, aku juga tak tega melihatnya terus2an bersedih seperti ini.
Sanda : lantas, apa rencanamu?
Farchan : raja kan marah karena engkau bukan apa2, bagaimana kalau engkau bertualang mencari kekuasaan dulu dan kembalilah saat kau sudah menjadi raja. Selama itu, aku akan menjaga raja dan putri inten untukmu.
Sanda :bagaimana kalau ternyata inten jatuh cinta kepadamu/orang lain selama ku pergi?
Farchan : ya… itu berarti sudah rejekiku. Hehe..
Sanda : aargh sial kau!
Farchan: haha, nggak kok, saya tahu, cintanya padamu tulus, dan cinta yang tulus tak akan lekang oleh jarak dan waktu. Ini, temuilah teman2 saya di daerah timur, mereka akan mengajarimu budaya local dan membantumu jadi raja di sana.
Narator: akhirnya, sanda berangkat bertualang meraih cita cintanya ke arah timur pulau jawa. Berbulan2 ia berjalan,Sampailah di sebuah kepulauan dan ia bertemu dengan penduduk2 lokal. Dengan cepat ia beradaptasi dan diterima oleh penduduk local. Di sana ia bertemu dengan pemimpin suku lokal dan menceritakan maksud dan kisah cintanya. Dengan kebaikan dan keterbukaan budaya timur di seluruh bumi pertiwi, tiap orang menerimanya dg sangat baik.
Johan : wah, bung, kalo anda ingin menjadi pemimpin kami, suku flores, anda harus memahami budaya kami.
Sanda : bisakah anda mengajari saya?
Johan : tentu, (johan njelasin wilayah geografis, tsunami flores, penduduk, mata pencaharian, agama). Nah kalo untuk seni kuliner, lebih baik putri saya yang njelasin. Ratna, sini nak, tolong jelaskan tentang kuliner dan produk budaya khas flores.
Ratna : baik ayah… (keluar dari dalam kamar)
Sanda : Inten???
Johan : Namanya ratna..
Sanda : bukan, dia inten. Oh inten, akhirnya tuhan mempertemukan kita. Selama berbulan-bulan hidupku hampa, dengan menatap wajahmu sekali saja, hilang semua sedihku. Oh pujaan hatiku,
Johan : apa sih? Saya nggak ngerti.
Danny : he cak, sampean iku pendatang, ojo ngisruh ae talah.. ratna ini istriku. Sudah 4 tahun kami menikah. Ngelantur sih boleh saja, tapi ya jangan ganggu istri orang. Saya paham, anda sudah berbulan-bulan tidak bertemu inten dan sudah sangat rindu padanya.
Sanda : tapi dia benar-benar mirip.
Danny : sadarlah, anda berhalusinasi!! Inten pasti cantik kalau ia mirip ratna istriku.
Sanda : benar sekali,dia..
Ratna : sudah bapak2. Kapan nih giliran saya ngomong?
Sanda n danny : hehe, silahkan cinta…
Danny : oooo, koplak koe… (sambil bercanda)
Ratna : mulai presentasi… Kuliner, seni tari, music, dll. (diiringi music romantic, cos sanda n danny memandangi sambil melamun). Suamiku, sekarang giliranmu… (nunjuk ke danny)
Danny : baiklah, sekarang saya mau cerita soal kebudayaan khas dan perkawinan adat flores. (improve ya dan!! Yes you can!! Haha,)
Narrator:
“sanda belajar dengan sangat cepat saking inginnya ia kembali menemui putri inten sebagai raja. Hanya beberapa minggu ia sudah menguasai kebudayaan flores, mulai tariannya, seni kuliner, dan produk2 budaya lainnya. Dengan cepat pula ia mampu menarik dukungan masyarakat flores. Ia pun didaulat jadi pemimpin adat di sana. Lalu, ia meneruskan perjalanannya ke timur lagi, ke arah pulau timor dengan penduduknya yang disebut suku timor. Sama seperti di flores, ia disambut dengan sangat baik oleh masyarakat di sana.”
Alurnya sama kayak flores.
Gugun : anda datang ke orang yang tepat. Tiada orang lain yang lebih mengetahui budaya timor selain saya yang sejak lahir tinggal di pulau ini. (dengan dandanan tetap kebapakan). Ok, secara umum timor itu adalah bla33x.
Ryan : saya akan melengkapi pengetahuan anda tentang produk budaya Timor. Bla3x. tapi, kalau tidak salah, sudah tiga tahun lebih anda meninggalkan putri inten tanpa tahu kabar masing2. Bagaimana kalau ia ternyata sudah menikah dengan orang lain ketika anda berjuang di sini?
Sanda : tak pernah terbersit sedikit pun keraguanku akan ketulusan cintanya padaku.
Ryan : bagaimana anda tahu?
Sanda : hatiku berkata demikian.
Ryan : hemm, anak muda. Betapa sering saya melihat muda-mudi jatuh cinta, tapi tetap saja ada kemungkinan kenyataan berbeda dengan apa yang anda harapkan.
Sanda : terima kasih pak atas nasehatnya. Saya siap untuk pulang dan menemui cita cinta saya.
Ryan : saya suka semangatmu!!! Sebelum itu, untuk memastikan kau sudah menguasai budaya Flores dan Timor, jawablah pertanyaan2 dari orang2 yang ingin bertanya ini. (yap, audiens, 5 pertanyaan, tentang flores n timor, dijawab sanda semua, tapi tetep bantuin mikir ya teman2)
Narrator: lalu sanda pun pulang menuju kerajaan putri inten. Sesampainya Di depan kerajaan…
Farchan : hoi, sand, sudahkah kau siap untuk kembali melamar putri inten? Dia menitipkan ini untukmu…

Ku tetap kan menunggumu

Ku tetap kan menunggumu
Walau apapun berlaku
Ku tetap kan bersamamu
Hanya waktu yang berlalu

Kuimpikan dikau slalu
Hanya itu yang ku mampu
Masih terasa sentuhmu
Kapan lagi kan bertemu

Ku berjanji kan selalu
Di sampingmu walau jauh
Jauh ke ujung dunia ini
Ku tetap kan menunggumu

Jangan bimbang jangan ragu
Kau tetap bintang hatiku
Kekal sehingga akhir hayatku
Ku tetapkan menunggu
Ku tetapkan menunggu
Menunggumu…

Inten

Epilog:
Kakek Gugun : begitulah cucuku akhir ceritanya.
Cucu1 : aku belum jelas kakek, akhir ceritanya…
Cucu2 : iya kek, saya juga. Apakah puteri dan pangeran sanda akhirnya hidup bahagia selamanya?
Kakek Gugun : itu surat yang ditulis sang puteri sebelum ia meninggal.
Cucu1 : oooo, tragis sekali kisahnya… bahkan sang pangeran belum sempat bertemu dg sang puteri.
Cucu2 : sepertinya dari tadi kakek sangat menghayati ceritanya… siapakah puteri inten dan pangeran sanda itu? Kok mirip nama ayah ya?
Sanda : ayo, sudah sore, waktunya kalian mandi. Saya laporkan bunda lho kalian nanti..
Cucu1,2: bentar lah yaah, ceritanya kakek tinggal sedikit. nanggung nih.
Sanda : buun, nih mereka nggak mau mandi..
Fika : nak, ayo mandi.
Cucu1,2: yaaaaah, besok dilanjut lagi ya kek ceritanya,,, (pergi ke ibunya=fika)
Kakek : maafkan saya...
Sanda : sudahlah ayah, dia sudah tenang di sana. Apalagi kalau dia tahu bahwa cintaku padanya tak pernah berkurang sedikitpun sampai detik ini.

Epilog
Putri inten meninggal sebelum sempat bertemu dengan pangeran sanda. Raja lah yang paling merasa bersalah atas meninggalnya putri semata wayangnya itu. Ia lalu mengangkat sanda sebagai anaknya dan tinggal di istana. Ia kini mencintai sanda seperti mencintai putrinya sendiri.


mungkin teman2 pembaca agak bingung ya.. sedang diusahakan u/ mencari script JAMASU LOVE STORY part 1. coming soon.. ^^

Between Poulo, Andrea, Mariah, Donny, Mas Roy, and Me


Poulo Coelho dalam bukunya "sang alkemis" mengatakan :

“Ketika engkau tau dan jelas tugasmu di dunia ini ,yakini dan kejarlah maka seluruh energi semesta alam akan bahu menbahu menbantu engkau menyelesaikan tugasmu serta memenuhi harapanmu”

Andrea Hirata dalam buku "sang pemimpi" pun berkata:

“Bermimpilah dan yakinlah ,maka Tuhan akan memeluk mimpi mimpimu dan akan menghadirkannya di alam nyata tepat pada saat engkau menbutukannya”

Mariah Carey dalam lagu "when you believe" nya pun berujar:

"they not always happen when you ask... but you will when you believe... just believe"

Donny Dirgantara dalam novel "5 cm" menulis:

"gantungkan cita-citamu 5 cm di depan wajahmu..."

Mentor liqo' saya mengatakan (dari buku mestakung-yohanes surya):

"pikiran dan doa yang berulang-ulang akan menggerakkan alam semesta untuk mendukung impian kita dan mewujudkannya"


dan aku berkata:

"ya, saya percaya itu Poulo Cuelho, Andrea Hirata, Mariah Carey, Donny D, Mas Roy.. saya akan jadi seperti apa yang saya impikan. Bismillahirrohmanirrahim"

After Graduating


Hoping God Dispose the Same One

When I got this assignment, I was so happy. Basically, I like to tell a story of everything. Include story about my experience in my life. That is why I think I will finish this assignment easily and fast. But then what happen? I get any difficulties in improving my mind. That is quite strange for me.

Why I get some difficulties? After trying to analyze, I know that there is a lot of problem when you convert your idea into paper/ notebook as a softcopy. First, idea is unlimited and written idea is limited. I mean borderless imagination is invalid in writing mode. You can think about everything in your head but not in your paper. Second, my imaginations always change in seconds and it is make me frustrate because of the different idea that I want to write. And so on.

Ok, back to the topic, in this chance I will tell you about my plan after graduating from college. State College of Accounting is a house of dreams for millions Senior High School’s students. Helmy Yahya, Sunday November 7th 2010 (in G building) said that STAN is the most difficult accounting college to enter in the world. Let’s compare the proportion of students applied and students received.

Every year, more than one hundred thousand students apply to take test in this college but only two thousand and five hundred students that accepted. What a lucky 2, 5 percents. That means only one student accepted among fifty. What about National Universities Examination (SNMPTN) in Indonesia? 432.000 applied and 86.000 received (source: TV one), 1: 5, 02 and STAN is 1: 50. Can you see the meaning of that? Mr. Helmy also said that our accounting curriculum is the most difficult in the world. He ever studies in University of Florida USA, which has one of the best accounting departments in USA, for his master degree. He shared to us that our book (principle of accounting, warren reeve fees; intermediate of accounting, stice and skousen; advance accounting, Floyd beams) are more difficult than USA’s accounting textbook. That’s why I’m so happy studying here. Everyday felt like a dream for me. But now I’m in the third degree, the last degree in STAN. Less than a year I will entry a new world, work.

I have to ponder about my plan after graduating from STAN. And I have decided to be a government auditor. Why? Because auditor is a cool job I think. It needs competencies, independencies, and objectivities in doing our duty. Competency means that I have to be cleverer than my client in accounting and auditing. And I can learn in whole of my life because of my duty. For example, if I must audit a hospital, I will know medical administration. If I audit a project of highway, I will know about composition of highway construction, and etc. It makes me learn much knowledge which is rare found in other kind of job.

Independency means that I was forbidden to audit any organization/ company that I belong to. Then objectivity is a kind of behavior that I must be fair to both stakeholder and management. Tendencies can not be tolerated. Three principles required mean a lot for me. I think auditor is really suitable for me. It requires honest and clever people like me.

Government auditor will also have a high mobility. They must do their job in a province. I like travelling and recognize Indonesian culture. So, it is no problem for me if I infrequently stay at home.

Besides dreaming to be an auditor, I want to have another side job. I think it is necessary for a PNS. I prefer to be painter and tutor as my other side job. Why painter? It is my hobby since I was in kindergarten. Everybody believes that my painting is good. They think I have a talent in that art. I often won paint competition in elementary school. For me, it is pleasure to spend leisure time in front of canvas and water/oil color. And tutor just because I like children. I love the way they solve mathematics problems seriously and asking for some was they right or not.

My effort to achieve to be an auditor is unclear in STAN because the IP has no correlation with kind of our job. There is no guarantee for anyone who gets highest IP in STAN to be an auditor or any kind of job which he/she wants. Sometimes, BPK just receive the twenty five lowest IP, and sometimes random. I do not know what the pattern of placing students is.

I just can hope the best for my future in praying. And also I study hard in order to make my parent rightfully proud of me. My IP is category is medium, 3.58, my last IP in 5th semester. Not too bad, but not good enough. I never know can it bring me to BPK office somewhere.

Beside that I have followed auditing organization in STAN named BAK (Badan Audit Kemahasiswaan) since my first semester. So, I have knew how is auditing and also ever be an auditor of this college’s legislatives (BEM).

Man proposes God disposes. Everybody can dreams the best for themselves. But the decision is in the God authority.

If my plan is not to be achieved I will be annoyed, of course. But I will believe that it is the best from God for me. The other opportunity beside become an auditor is being a tax/ custom administrators. It is not too bad for me. Maybe my annoying feeling will be erased by time. I will still keep my commitment to be a financial ministry employee like my agreement with this college when registration. Painter and tutor will help reduce my cloudy heart which is caused of my sadness.

To be an auditor is not a secret of mine. Everybody knows, and thanks God, everybody likes my plan. My mother one hundred percent agree with it and so does my whole family. Although they don’t know exactly what is auditor but they believe I will do the best and choose the best for my future. My close friends also support my opinion. Even some of them pray for my dreams. Beside that, their moral words also make me stand strongly in my desire to be and auditor.

Finally, entering STAN is my biggest dream when I was senior high school student. After achieving that goal, I make another wish, be an auditor. Once again, Man proposes God disposes. I hope God decides the best for me. Right know in my consideration, the best is BPK. Hope you also pray for me sir. Thank you.

Still praying,

Name : Sanda Aditya Arsandi
Class : 3U/ Government Accounting - State College of Accounting

Buletin Teknis PSAP

http://www.4shared.com/document/Fo2ITOgd/bultek07.html
http://www.4shared.com/document/uDMTVuPd/bultek06.html
http://www.4shared.com/document/-43ucjti/bultek05.html
http://www.4shared.com/document/oZryGd0V/bultek04.html
http://www.4shared.com/document/HKzDzrfo/bultek03.html
http://www.4shared.com/document/I4Bn8rXw/bultek02.html
http://www.4shared.com/document/79Kbnuo7/bultek01.html