Tuesday, 22 May 2012

Monday, 14 May 2012

Penanjakan 1-Penanjakan 2

Pukul 3 pagi, jalanan di depan penginapan kami sudah ramai dilalui Hartop (Jeep besar), motor carteran, kuda, dan pejalan kaki. Kami pun satu persatu beranjak dari tempat tidur, selain karena terusik bebunyian (padahal alarm HP baru di-setting akan berbunyi pukul 3.30), selimut tebal juga sudah tidak mampu lagi menghangatkan saking dinginnya.

Mandi? Oh, tidak tentu saja. Kami hanya ambil air wudhu. Meski saya yakin saat itu (3.30) Probolinggo belum subuh, tapi, daripada nanti tidak bisa solat di Penanjakan, kami solat saja berjamaah dua rakaat dulu (huhu, maaf YaAllah L).

Belum setengah perjalanan, kami sudah diturunkan ojek-an motor (forever warm~ serius, nama perusahaan abang ojeknya adalah forever warm~ aihihi, lucu yak…) karena jalanan sudah penuh diparkir di sepanjang jalan menanjak dan tidak tersisa lagi jalanan untuk kendaraan bermotor. Wow, ramai sekali. Bermacam dialog dalam berbagai bahasa membuat efek gaduh. Ditemani senter hape, kami mendaki jalanan licin bekas hujan. Sedikit sebelum sampai di Penanjakan 2, di depan jalan terbentang tangga yang harus antri berbagi dengan pendaki lain dan kuda tunggangan.

Saat itu gerimis, atau entah apalah namanya, yang jelas, air dan kabut tebal terus menerus turun.

Sampai juga di sebuah dataran agak luas yang terdapat dua buah atap peneduhnya. Itulah Puncak Gunung Penanjakan 2 yang sering dijadikan pos observasi “Bromo’s Sunrise”. Ratusan orang sudah berkumpul di sana. Lengkap dengan berbagai tipe kamera dan camilan, menanti saat-saat matahari terbit dari balik Gunung Semeru, Bromo, dan Batok yang katanya sangat indah itu.
di perjalanan, antara Penanjakan 1 dan 2

Pukul 5. Lautan Pasir masih diselimuti kabut tebal. Susah untuk memastikan matahari sudah muncul atau belum. Sesekali angin kencang menyapu kabut yang menutupi lautan pasir di bawah Puncak Penanjakan 2. Saat itu terlihat jelas Gunung Batok yang hijau, kontras sekali dengan Gunung Bromo yang gosong kecoklatan dan Gunung Semeru yang biru tua di belakang keduanya. Lalu diikuti koor “wooooow” serempak dari atas Penanjakan 2. Tapi itu sebentar saja karena sejenak kemudian kabut tebal kembali menutup sekeliling. Begitu seterusnya sampai pukul 5.30.

Tak tahan, kami memutuskan untuk mendaki ke atas lagi. Hanya segelintir saja yang mau mendaki jalan setapak yang curam ke Penanjakan 1. Dan kebanyakan adalah para turis asing. Mungkin turis lokal terlalu malas, atau terlalu mudah puas? Entahlah.

Subhanalloh, pemandangan yang kami dapati sepanjang pendakian, indah sekali. Hamparan kebun sayur di bawah, dipadu kelap-kelip lampu Cemoro Lawang plus bukit-bukit hijau yang mengepung TNBTS membuat satu setengah jam perjalanan menjadi tak terasa. Sampai di puncak Penanjakan 1, sudah pukul 7 dan memang bukan waktunya matahari terbit lagi. Tapi dari atas sini kami memiliki daya edar yang lebih luas dan jelas karena kami sudah ada di atas kabut dan dapat dengan mudah mengamati Semeru, Batok, dan Bromo.
Maha besar Allah
Sooooo, beautifull


Thursday, 10 May 2012

TILANG MERAH DAN BIRU (a story)

Surat tilang warna merah diberikan kepada pengemudi yang ngeyel atau tidak bersedia mengakui kesalahannya. Konsekuensi surat tilang itu adalah pelimpahan kasus ke Pengadilan Negeri (PN). 

Kalau pengemudi mengaku salah, seharusnya surat tilang yang diberikan adalah surat tilang berwarna biru. Dengan surat tilang biru ini, kasuas tidak dilimpahkan ke PN. Pembayaran denda bisa dilakukan melalui bank yang ditunjuk negara. Selain itu, tidak ada kolusi antar sesama polisi. Ada yang bilang, polisi akan mendapat 'bagian' dari negara atas jumlah denda tilang yang dihasilkan.

Berikut ini mungkin salah satu ilustrasi bagaimana meminta surat tilang biru (dan kesulitannya) yang bisa Anda tiru dalam kasus nyata di lapangan.

(diambil dari notes teman di FB)

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan menarik ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Dialog antara polisi dan sopir taksi seperti ini.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar sambil lalu menulis dengan sigap di buku tilang)
Sop : Pak jangan ditilang deh…plat aslinya udah gak tau kemana… kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah…saya tilang saja…banyak mobil curian sekarang (dengan nada keras!!)
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!

P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …
P : Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)

lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.
S : (Yes!!) Ok pak …gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … “Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.” “Untung saya paham macam2 surat tilang.”

Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! (realisasinya sih biasanya berkisar segitu, tapi peraturannya yang kadang memang agak ngeri_tapi itu maksimal lho) dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGAR
A
paling besar lho ya..


Tuesday, 1 May 2012

Sekolah Kedinasan 2012

Bagi kaum remaja yang akan lulus SMA dan masih bingung hendak melanjutkan sekolah ke mana, tak ada salahnya melirik sekolah kedinasan. Sekolah kedinasan yang rata-rata berada di bawah lembaga pemerintah baij departemen maupun non-departemen, sedang membuka pendaftaran. Yuk simak!

Dari wikipedia, ada belasan sekolah kedinasan. Namun tak semuanya membuka pendaftaran mahasiswa baru. Sekolah kedinasan ini memang ada yang membuka peluang untuk ikatan dinas dan ada yang tidak. Namun dari segi biaya, memang lebih murah dari sekolah tinggi atau universitas swasta.

Seperti yang dikatakan Kepala Puskom Publik Kemenhub Bambang S Ervan. Sekolah kedinasan di bawah Kemenhub memang ada biayanya alias tidak gratis.

"Tetap ada biaya, tapi tidak sebesar yang di luar karena ada subsidi dari pemerintah. Itu nanti biaya masuk ke penerimaan negara," jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan ketika berbincang dengan detikcom, Selasa (10/4/2012).

Kemenhub membawahi 17 sekolah kedinasan di bidang transportasi, di antaranya yakni Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) di Cibitung, Bekasi; Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara; dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) di Curug, Tangerang. Semua sekolah itu sedang membuka pendaftaran mahasiswa baru.

Bagi Anda atau kerabat Anda yang lulusan SMA, silakan cari persyaratan pendaftaran dari sekolah-sekolah kedinasan itu. Dari penelusuran detikcom, berikut sekolah kedinasan yang sedang membuka pendaftaran:

Kemenkominfo

Sekolah Tinggi Multi Media Training Center (ST MMTC) di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo). Lokasi kuliah di Yogyakarta. Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id atau www.pmb.mmtc.ac.id.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

1. Sekolah Tinggi Pariwisata (STP). Lokasi kuliah di Bandung. Pendaftaran online di http://pmb.stp-bandung.ac.id/

2. Akademi Pariwisata (Akpar) Medan. Lokasi kuliah di Medan, Sumatera Utara. Informasi pendaftaran di http://akparmedan.ac.id/

3. Akademi Pariwisata (Akper) Makassar. Lokasi kuliah di Makassar, Sulsel. Informasi pendaftaran di http://akparmakassar.ac.id/in/index.php

4. Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali. Lokasi kuliah di Nusa Dua, Bali. Informasi pendaftaran di http://news.stpbali.ac.id/2011/03/penerimaan-mahasiswa-baru-tahun-2012/stp-2012/

Kementerian Perhubungan

Ada 17 sekolah kedinasan di bawah Kemenhub yang tersebar di Indonesia. Informasinya bisa dilihat di http://bpsdm.dephub.go.id. Beberapa di antaranya adalah:

1. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Lokasi kuliah di Marunda, Jakarta Utara. Informasi pendaftaran online di http://sipencatar.stipjakarta.ac.id:81/

2. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI). Lokasi kuliah di Curug, Tangerang. Informasi pendaftaran online di http://www.stpicurug.ac.id/info_sipencatar/

3. Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Lokasi kuliah di Cibitung, Bekasi. Informasi pendaftaran di http://sttd.ac.id/?sttd=18

Kementerian Kesehatan

Ada 33 Poltek Kesehatan di bawah Kemenkes. Informasi pendaftaran murid baru terkompilasi dalam situs Kemenkes, http://www.bppsdmk.depkes.go.id/index.php?option=com_content&view=category&id=39&Itemid=67

Kementerian Perindustrian

1. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (ST3), Bandung, Jawa Barat. Informasi pendaftaran bisa didapatkan di http://stttekstil.ac.id/pmb.php

2. Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI), Jakarta. Lokasi kuliah di Cempaka Putih, Jakarta. Informasi pendaftaran di http://www.stmi.ac.id/index.php?action=generic_content.main&id_gc=138

3. Akademi Teknologi Kulit (ATK), Yogyakarta. Lokasi kuliah di Sewon, Bantul DIY. Informasi pendaftaran bisa dicek ke http://www.atk.ac.id/index.php?offset=7

4. Akademi Kimia Analis (AKA), Bogor. Lokasi kuliah di Tanah Baru, Bogor. Informasi pendaftaran di http://www.atk.ac.id/index.php?offset=7

Kementerian Pertanian

Kementan membawahi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian di beberapa kota seperti Medan-Sumut, Magelang-Jateng, Gowa-Sulsel, Malang-Jatim dan Bogor-Jabar. Informasi pendaftaran dan ragam jurusan bisa dilihat di situs http://bppsdmp.deptan.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=407:penerimaan-mahasiswa-baru-stpp-ta-20122013&catid=70:pengumuman-bppsdmp&Itemid=207

Kementerian Sosial

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS), Bandung, Jawa Barat. Informasi pendaftaran bisa dilihat di situs http://www.stks.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=114:pmb-stks-2012&catid=36:pengumuman&Itemid=63

Lembaga Sandi Negara

Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Bogor, Jawa Barat. Lokasi kuliah di Ciseeng, Bogor. Informasi pendaftaran di http://stsn-nci.ac.id/pendaftaran-spmb-2012-gelombang-ii/

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Akademi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (AMKG), Tangerang. Lokasi kuliah Pondok Betung, Bintaro, Tangerang, Banten. Informasi pendaftaran bisa dilihat di situs http://amg.ac.id/site/berita_detail/288

Badan Pusat Statistik (BPS)

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) di bawah Badan Pusat Statistik (BPS). Lokasi kuliah di Jakarta. Pendaftaran online di www.stis.ac.id.

Badan Tenaga Nuklir Nasional

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN), Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pendidikan ini tanpa ikatan dinas. Informasi pendaftaran bisa dilihat di http://www.sttn-batan.ac.id/

Lembaga Administrasi Negara

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara - Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN), Bandung, Jawa Barat. Info pendaftaran bisa dilihat di situs http://www.stialan.ac.id/

Sumber: detik.com

state college of accounting
Terakhir, saya menambahkan, sekolah plat merah yang paling banyak diminati lulusan SMA, sepertinya masih dijabat oleh Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (Bintaro Utama Sektor V Tangerang Selatan). Sayangnya, STAN, sampai saat ini belum mengeluarkan informasi resmi mengenai pendaftaran Ujian Saringan Masuk 2012 di portal resminya www.stan.ac.id. Silakan ditunggu saja para pemikir kebijakan Kementerian Keuangan dalam memutuskan "nasib" calon mahasiswa baru STAN. Semangat ya... ^^


Thursday, 12 April 2012

Lagu Nilai-Nilai Kementerian Keuangan

download di sini


Berawal dari rasa peduli dan cinta
Pada negeri ini,
Indonesia yang kita banggakan
Bakti kami padamu

Kini saatnya ‘tuk bergandengan tangan
Bersatu bersama,
Kementerian Keuangan kini,
Bertekad maju dengan nilai yang ada

Reff:
Integritas tinggi mari junjung bersama
Profesionalisme dalam melaksanakan tugas Negara
Sinergikan langkah kita
Berikan Pelayanan yang terbaik ‘tuk bangsa ini
Jangan ragu terus melangkah
Dan berkarya untuk Kesempurnaan…

Back to Reff:

Mulailah bekerja dengan hati
Demi masa depan Indonesia pasti…

Mulailah bekerja dengan hati
Demi masa depan Indonesia pasti…

Thursday, 5 April 2012

Trilema Mahasiswa


Akhir-akhir ini populer sekali istilah trilema mahasiswa (meski bukan lagi disebut mahasiswa, saya update berita lho…>> bangga). Sebuah pelesetan dari “dilemma” yang menurut pemahaman saya adalah “kebingungan untuk memilih di antara dua pilihan”. Ya, anak muda jaman sekarang sih menyebutnya “galau”.
Trilema, anggap saja sama, artinya “kebingungan untuk memilih di antara tiga pilihan”. Pilihan apa? Itu tergantung Anda. Namun, umumnya, seorang mahasiswa akan memiliki tiga kondisi ideal yang ingin dicapainya.
kadang, dua saja sudah cukup bagus lho...

1.      Nilai Bagus
Pasti, poin ini tidak banyak diragukan. Apapun kampus Anda, jujur atau tidak, pasti setiap dari Anda berambisi untuk dapat nilai bagus. Setidaknya lulus lah. What? Target Anda cuma “lulus”? Perusahaan elit mana yang mau nerima pegawai dengan IPK mepet mepet alias nanggung? Dua koma saja jarang, apalagi satu koma. Pasti sebagian besar mahasiswa bermimpi setelah lulus nanti ingin kerja di perusahaan bonafit kan? Nah, perusahaan elit itu bakal pertama kali melihat IP kelulusan Anda sebagai bahan pertimbangan. Tapi kan, tiap kampus grade dan kualitasnya berbeda? Betul sekali. Ambillah contoh Anda kuliah ITB (yang dipandang sebagai kampus paling elit seantero Indonesia), apa Anda kuliah cuma sendirian di ITB? Tidak kan… Minimal saingan nilai Anda adalah dengan teman seangkatan Anda di ITB. Belum lagi saingan dengan ratusan (atau bahkan ribuan) kampus lain di seluruh Indonesia. Eh, bukan Indonesia saja deh, ingat, sekarang sudah persaingan bebas lho.
So, gak usah neko-neko deh, Nilai Bagus itu mutlak selama Anda kuliah. Dimanapun!
Hiraukanlah orang-orang yang sok santai dan berkoar-koar bilang “santai saja, aku nggak mau study oriented”. Bohong besar! Jika dia memang orang yang “nyantai”, harusnya Anda tidak akan mendapatinya melakukan psywarnya seperti itu di berbagai kesempatan. Mereka Cuma mau kita lengah. Waspadalah!
2.      ;/span> Pergaulan Oke
Ini nih, hal paling penting yang kedua (atau pertama juga boleh). Dosen saya dulu pernah bilang kalau kesuksesan orang-orang besar itu 80% disebabkan oleh softskill, sisanya hardskill (Nilai bagus, otak encer). Softskill itu, dapatnya ya dari pergaulan dengan dunia luar. Dengan teman, guru ngaji, dosen, organisasi, dsb.
Poin ini, jika Anda ingin serius memaksimalkannya, akan sangat menyita banyak waktu, tenaga, dan pikiran.
Namun sadarilah, 80% Orang-orang terdahulu sudah membuktikannya. Koneksi itu sangat memudahkan hidup Anda, kapanpun dimanapun.
3.      Tidur Cukup
Nah, kelihatannya poin ini paling sepele, jadi saya tulis di paling akhir. Tidak! Ini sangat penting. Tidur cukup adalah kunci agar kita tetap bisa hidup sehat. Badan dan pikiran tetap focus. Apalah arti belajar berjam-jam jika sedari awal kita sudah menguap-nguap tidak konsen. Apalah daya ini jika semalam lembur belajar, eh paginya kita demam dan nggak kuat berangkat ujian ke kampus. Ekstrem bin lebay sih contohnya. Namun, sering kita jumpai kan?
Kemudian, pengaruhnya terhadap pergaulan apa? Mana ada yang mau ngajak futsal atau badminton kalau kita lemes gara-gara kurang tidur? Mana bisa kita ikut jalan-jalan keliling Jakarta kalau flu nggak sembuh-sembuh? Come on, badan sehat itu nomer satu, sisanya, baru enak (atau bahkan ‘bisa’) dilakukan kalau badan sehat. Dan, itu berawal dari tidur cukup.

Trilema
Nyatanya, sangat sulit bagi kita untuk memenuhi ketiganya. Meski sebagian kecil mahasiswa bisa –dengan sangat sukses- mengatasinya. IP selangit, organisasi dan teman banyak, serta wajah selalu berseri-seri. Duh, irinya saya dengan orang-orang seperti itu.
Beberapa hanya mampu sukses di satu atau dua aspek saja.
IP parallel se-angkatan tapi tidak bisa dihubungi selepas magrib, tidak bisa diajak main, atau kelihatan kurang tidur. Please accept my condolences...
IP sangat memuaskan, kelihatan cukup tidur, tapi tak paham apa itu tomcat, apa itu Cherrybelle, apa itu Jaruknya Afika (haha, gak penting ya permisalannya). Plis dah, kemana saja…
Teman banyak, badan prima, tapi tiap semester selalu panik nanya-nanya kabar kelulusannya bagaimana. Kasihan…
Organisasi seabrek, nilai cukup oke, tapi bulan ini tipes, bulan depan muntaber, bulan depannya lagi anemia. Duh, nggak kasihan sama orang tuamu ya?
Lantas, apa yang harus kita lakukan? Dikarenakan saya juga bukan termasuk orang yang sangat sukses menaklukkan trilema tersebut, jadi ya saya tak bisa kasih solusi yang member jaminan 100% manjur. Namun, tidakkah kita melihat ada korelasi di antara ketiganya?
Ya, waktu!!! (haha, kayak ada yang nebak saja. Padahal enggak ><)
Manajemen waktu adalah kunci menggenggam ketiganya. Meskipun, selalu ada eksternalitas yang terjadi. Maksudnya? Ya, akan ada yang tidak maksimal kalau kita mengincar ketiganya. Katakanlah tidur cukup itu delapan jam sehari, berkurang jadi Buma enam atau tujuh jam gara-gara kita perbanyak waktu nongkrong di basecamp organisasi. Lalu, belajar dikurangi sedikit, buat ikut mentoring di masjid. Dan seterusnya.
Setelah waktu dimanage, selanjutnya adalah pembuatan skala prioritas. Kurangi kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat. Ada opportunity cost dari setiap pilihan. Bandingkan, dan ambil yang paling banyak memberi manfaat untuk diri Anda juga sekitar. Saya rasa Anda sudah cukup bisa dan dewasa untuk memilih.
Terakhir, jika meski Anda sudah berusaha membagi waktu dan hanya melakukan kegiatan yang sudah Anda prioritaskan tapi tetap saja hasilnya kurang memuaskan, percayalah, Tuhan punya rencana yang jauh lebih indah dari sekedar apa yang telah Anda bayangkan.     

Cemoro Lawang: 2


Usai mencapai kata sepakat dengan pemilik penginapan, kami bergegas menuju ke sana. Berharap mendapatkan sedikit kehangatan, malah mendapati dinginnya lantai keramik yang menggigit. Sinaga dengan bangga memamerkan kaos kaki tebalnya, bukti bahwa dia telah mengantisipasi bahwa kaos kaki itu ‘a must brought item’. Surya pun tak mau kalah pamer. Dia pun mengeluarkan sepasang kaos kaki, tapi kaos kaki kuliah yang tipis itu. Haha, meledaklah tawa kami semua. Eh, hangat loh, ternyata.
depan penginapan

Pelajaran: tawa renyah sahabat adalah api, yang siap menghangatkanmu.

Guyonan lain terjadi ketika tantang-menantang siapa yang berani mandi duluan. Brrr, membayangkannya saja rasanya ngilu semua. Akhirnya tak ada yang mau mencoba. Sampai akhirnya salah satu dari kami kebelet (maaf) e’e. Bahahaha. Kasian sekali. Mau tak mau toh dia harus nyobain air di kamar mandi.

Pada akhirnya sebagian yang lainnya, termasuk saya, ikut mandi siih. Sayang sekali, jauh-jauh ke Bromo juga.

Selesai mandi, kami jalan-jalan ke Pura Luhur desa Cemoro Lawang yang persis ada di depan penginapan. Eh, kami boleh masuk pagar lho. Baru tahu di dalamnya Pura itu isinya kayak apa.
Pura Luhur Cemoro Lawang

Lalu, kami beli tiket masuk TNBTS, yang ternyata berlaku 24 jam. Jadi besok pun tak perlu beli tiket lagi. Kami menghabiskan banyak memori kamera dengan latar belakang gunung Batok dan Bromo.

Puas, kami kembali ke penginapan. Ngapain? Sinaga, yang tidak pernah lupa bawa laptop kemana-mana, membuat kami bisa nobar koleksi filmnya sambil istirahat sejenak.

pasti Sinaga marah lagi,
fotonya gak dimuat lagi, aihihi
Sore, karena kelaparan, kami keluar lagi. Tak lupa bawa kamera ya. Niatnya cari warung, malah foto-foto kayang ndak jelas. Baru ketika sudah masuk angin, kami cari makan. Beuh, rasanya secangkir kopi dengan air mendidih pun tak berasa panas. Apalagi cuaca di Cemoro Lawang ini hampir selalu gerimis.
Diiringi suara puji-pujian sembayang saat matahari terbenam dari Pura, kami kembali ke penginapan.

Malamnya, kami tidur cepat mengingat esok pagi harus mendaki Gunung Penanjakan pukul 3.30 demi mengejar pemandangan matahari terbit dari puncak penanjakan. Alarm sudah dipasang, Night.